Langit malam yang cerah pada 12 Agustus lalu, sempat dihiasi pemandangan fantastik hujan
Perseids meteor.
Fenomena ini terjadi pada setiap musim panas karena orbit Bumi melewati puing-puing ekor
Komet Swift-Tuttle yang berhamburan.
Masing-masing partikel yang terlihat, tidak lebih besar dari sebutir pasir. Menghantam atmosmfir dengan kecepatan 135.000 mph hingga terbakar habis, yang menimbulkan jejak cahaya menakhjubkan di atas langit.
Tahun ini, hujan Perseid meteor mencapai puncak sekitar pukul 11:00, dimana para peneliti dapat menyaksikan meteor itu melesat di atas langit satu-persatu hampir setiap setengah detik.
Orang-orang saling berbagi pengalaman tentang meteor dengan menggunakan Twitter Meteorwatch, yang didukung oleh Royal Astronomical Society dan British Astronomical Association (BAA)
Sebuah “peta meteor” online yang paling banyak menunjukkan bintang jatuh dapat dilihat
di seluruh dunia lewat situs microblogging.
“Meteorwatch, sangat tepat bagi para astronom dan non-astronom untuk saling berbagi pengalaman
tentang keajaiban tata surya kita,” ujar Adrian West, organisator Twitter Meteorwatch yang juga
seorang astronom amatir.
“Kami berharap ribuan orang akan dapat menyaksikannya pada minggu ini.”
Tahun lalu para astronom amatir kecewa karena mendung dan awan telah merusak pemandangan yang
diharapkan. (sumber :Erabaru.net/DM/sua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar