27 Agustus 2010

Ilmuwan Temukan Rangkaian Tata Surya Baru

LONDON - Ditemukan sebuah sistem tata surya baru yang berisi tujuh planet dengan jarak 127 tahun cahaya dari Bumi. Sistem tata surya ini dipercaya oleh para ilmuwan sebagai yang terbesar sesudah matahari.

"Kami telah menemukan bahwa tata-surya tersebut sama seperti tata surya pada umumnya," kata Dr. Christope Lovis, ilmuwan dari European Southern Observatory (ESO), seperti dikutip melalui Telegraph, Rabu (25/8/2010).

Awalnya, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa ada lima planet di tata surya tersebut, namun kemudian setelah dianalisa ternyata ada dua planet lagi. Jarak antara planet-planet tersebut dengan bintangnya juga sama seperti tata surya kita.

"Penemuan yang luar biasa ini juga menunjukkan bahwa kita kini memasuki era penelitian exoplanet, studi mengenai sistem planet-planet. Pembelajaran mengenai pergerakan planet pada orbitnya memberitahukan kepada kita mengenai proses evolusi dari tata surya tersebut," tambah Lovis.

Bintang dari tata surya tersebut, bernama HD 10180, berada di selatan konstelasi Hydrus dengan jarak 127 tahun cahaya dari Bumi.

Para astronom dengan sabar mempelajari selama enam tahun dengan menggunakan alat HARPS spectograph, yang dipasang pada teleskop ESO di La Silla, Chilli.

Planet-planet di tata surya ini berukuran 13 sampai 25 kali dari bumi. Dengan waktu orbit selama 600 hari.

Dr Lovis mengatakan, mereka juga sedang meneliti dua planet dari ketujuh planet yang ada di tata surya tersebut. Yang satu berukuran seperti planet Saturnus, yang satu lagi berukuran hampir sama seperti bumi.

Sampai saat ini para astronom telah menemukan 15 tata surya yang memiliki setidaknya tiga planet. Yang terakhir adalah 55 Calibri, sebuah tata surya yang terdiri dari dua matahari dan lima planet.
(srn) (sumber: okezone.com)

Atmosfir Semakin Menciut?


WASHINGTON - Para ilmuwan mengatakan bahwa kurangnya aktifitas matahari menyebabkan salah satu lapisan teratas atmosfir menyusut.

Meski terdengar agak sedikit menakutkan tapi sebenarnya ini adalah kabar yang baik untuk satelit-satelit angkasa kita. Paslanya gas-gas dari radiasi sinar matahari tersebut memperpendek usia satelit. Fenomena kurangnya aktifitas matahari ini membuat umur satelit bertahan menjadi lebih lama, seperti yang dikutip dari Straits Times, Jumat (27/8/2010).

Selain itu, fenomena ini juga ada sisi buruknya yakni makin bertambah banyak saja sampah-sampah di luar angkasa.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal American Geophysical Union, energi matahari berkurang sepanjang periode tahun 2007 sampai 2009. Selama periode tersebut, lapisan atmosfir teratas bernama thermosphere, yang berada di ketinggian 90 kilometer sampai 480 kilometer di atas Bumi, menjadi dingin dan menciut.

Kurangnya aktifitas matahari yang menyebabkan menyusutnya thermosphere ini adalah kontraksi terbesar dalam kurun waktu 43 tahun terakhir.
(srn) (sumber: okezone.com)

26 Agustus 2010

BLACK HOLE


Lubang hitam adalah sebuah pemusatan massa yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar. Gaya gravitasi yang sangat besar ini mencegah apa pun lolos darinya kecuali melalui perilaku terowongan kuantum. Medan gravitasibegitu kuat sehingga 8kecepatan lepas di dekatnya mendekati kecepatan cahaya. Tak ada sesuatu, termasuk radiasielektromagnetik yang dapat lolos dari gravitasinya, bahkan cahaya hanya dapat masuk tetapi tidak dapat keluar atau melewatinya, dari sini diperoleh kata "hitam". Istilah "lubang hitam" telah tersebar luas, meskipun ia tidak menunjuk ke sebuah lubang dalam arti biasa, tetapi merupakan sebuah wilayah di angkasa di mana semua tidak dapat kembali. Secara teoritis, lubang hitam dapat memliki ukuran apa pun, dari mikroskopik sampai ke ukuran alam raya yang dapat diamati.

Teori adanya lubang hitam pertama kali diajukan pada abad ke-18 oleh John Michell and Pierre-Simon Laplace, selanjutnya dikembangkan oleh astronom Jerman bernama Karl Schwarzschild, pada tahun 1916, dengan berdasar pada teori relativitas umum dari Albert Einstein, dan semakin dipopulerkan oleh Stephen William Hawking. Pada saat ini banyak astronom yang percaya bahwa hampir semua galaksi dialam semesta ini mengelilingi lubang hitam pada pusat galaksi.

Adalah John Archibald Wheeler pada tahun 1967 yang memberikan nama "Lubang Hitam" sehingga menjadi populer di dunia bahkan juga menjadi topik favorit para penulis fiksi ilmiah. Kita tidak dapat melihat lubang hitam akan tetapi kita bisa mendeteksi materi yang tertarik / tersedot ke arahnya. Dengan cara inilah, para astronom mempelajari dan mengidentifikasikan banyak lubang hitam di angkasa lewat observasi yang sangat hati-hati sehingga diperkirakan di angkasa dihiasi oleh jutaan lubang hitam.


  • Asal Mula Lubang Hitam

Lubang Hitam tercipta ketika suatu obyek tidak dapat bertahan dari kekuatan tekanan gaya gravitasinya sendiri. Banyak obyek (termasuk matahari dan bumi) tidak akan pernah menjadi lubang hitam. Tekanan gravitasi pada matahari dan bumi tidak mencukupi untuk melampaui kekuatan atom dan nuklir dalam dirinya yang sifatnya melawan tekanan gravitasi. Tetapi sebaliknya untuk obyek yang bermassa sangat besar, tekanan gravitasi-lah yang menang.

  • Pertumbuhannya

Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan terhisap. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menghisap apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menghisap material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya. Contoh : bayangkan matahari kita menjadi lubang hitam dengan massa yang sama. Kegelapan akan menyelimuti bumi dikarenakan tidak ada pancaran cahaya dari lubang hitam, tetapi bumi akan tetap mengelilingi lubang hitam itu dengan jarak dan kecepatan yang sama dengan saat ini dan tidak terhisap masuk kedalamnya. Bahaya akan mengancam hanya jika bumi kita berjarak 10 mil dari lubang hitam, dimana hal ini masih jauh dari kenyataan bahwa bumi berjarak 93 juta mil dari matahari. Lubang hitam juga dapat bertambah massanya dengan cara bertubrukan dengan lubang hitam yang lain sehingga menjadi satu lubang hitam yang lebih besar.

Teleskop Hubble Tangkap Gambar Galaksi Baru

CALIFORNIA - Gambar sebuah galaksi berbentuk spiral yang berjarak jutaan tahun cahaya dari Bumi berhasil ditangkap oleh teleskop Hubble NASA. Bentuk galaksi tersebut berputar seperti roda.
Galaksi yang bernama NGC 4911 berada di jarak 320 juta tahun cahaya di dalam 'Coma Cluster' yang berisi 1.000 galaksi. Demikian seperti yang dikutip dari Telegraph, Rabu (11/8/2010).

Galaksi tersebut berisi gas dan debu di bagian tengahnya, dan dikelilingi oleh bintang-bintang yang baru lahir dan awan-awan hidrogen.

Para ilmuwan NASA berkata bahwa cluster tersebut berisi banyak galaksi di jagat raya terdekat. Gambar tersebut, dirilis oleh NASA berdasarkan data dari tahun 2006, 2007 dan 2009.

Lebih dari setengah juta gambar telah diambil oleh NASA ke dalam arsip mereka untuk penelitian sekitar 30.000 objek angkasa lainnya. (srn) (sumber: okezone.com)

Teleskop NASA Tangkap Kejadian Tabrakan Galaksi

WASHINGTON - Teleskop Hubble NASA menangkap kejadian penggabungan dari dua galaksi.
Galaksi Antennae, sekitar 62 juta tahun cahaya dari Bumi, mulai menyatu lebih dari 100 juta tahun yang lalu. Proses penyatuan ini menyebabkan jutaan bintang baru membentuk awan debu dan gas. Demikian seperti yang dikutip dari Telegraph, Selasa (10/8/2010).

Beberapa bintang yang berukuran raksasa telah lahir sejak tabrakan galaksi tersebut terjadi. Bintang-bintang yang berukuran raksasa biasanya berusia lebih pendek dari bintang-bintang yang berukuran kecil. Matahari kita, contohnya, adalah bintang yang berukuran sedang, diperkirakan bisa berusia sampai 10 miliar tahun.

Untuk mengamati fenomena tersebut secara detil, NASA menggunakan tiga buah alat pengamatan luar angkasanya, seperti Teleskop Hubble, Chandra X-Ray Observatory dan Spitzer Space Telescope.

Imej dari Chandra X-Ray Observatory menunjukan awan-awan gas, tempat dari lahirnya bintang-bintang baru dan planet yang mengitarinya. Gas dan debu-debu tersebut mengandung unsur-unsur seperti magnesium, silicon, oksigen dan baja.

Chandra X-Ray Observatory juga menangkap gambar lubang hitam. Lubang hitam biasanya menyedot bintang-bintang yang akan mati. Lubang hitam tersebut biasanya berukuran 100 kali dari Matahari kita.

Kalau Teleskop angkasa Spitzer menunjukan gambar-gambar dari bintang yang baru lahir, sementara teleskop Hubble menunjukkan gambar dari bintang-bintang yang berusia tua.

Para peneliti di NASA menggabungkan gambar-gambar tersebut untuk bisa mendeskripsikan proses pengggabungan dua galaksi tersebut. (srn) (sumber: okezone.com)

Mikroba Pemakan Minyak Ditemukan

WASHINGTON - Ilmuwan menemukan adanya mikroba pemakan minyak yanng berkembang biak di teluk Meksiko.

Dilansir melalui Strait Times, Rabu (25/8/2010), para ilmuwan menemukan mikroba itu ketika sedang mempelajari dispersi bawah laut dari jutaan galon minyak yang tumpah di Teluk tersebut. Minyak tersebut tumpah saat adanya ledakan dari pipa pengeboran milik British Petroleum di Deepwater Horizon.

"Selain itu, mikroba tersebut bekerja tanpa menghabiskan oksigen di dalam air secara signifikan," ujar Terry Hazen di Lawrence Berkeley National Laboratory di Berkeley, California.

"Temuan kami, yang menyediakan data pertama kalinya pada aktivitas mikroba dalam air dan meresap ke dalam minyak, berpotensi besar bagi bakteri untuk membantu membuang minyak di dalam laut," ujar Hazen.

Lingkungan merasa khawatir dengan tumpahan minyak raksasa bawah laut yang tersebar, terutama dampak potensial pada kehidupan laut.

"Temuan kami menunjukkan bahwa masuknya minyak sangat merangsang mikroba laut yang secara signifikan menstimulasi bakteri suhu dingin yang terkait erat dengan degradasi minyak bumi,"tandas Hazen. (srn) (sumber: okezone.com)

23 Agustus 2010

Mengenal Meteorit

Serangan besar-besaran dari luar angkasa ke Bumi bukanlah hal asing. Setiap hari serangan dari luar angkasa selalu terjadi, tidak percaya? Dalam sehari sekitar 100 – 1.000 ton materi meteorit menghantam Bumi. Materi-materi yang berbentuk debu sampai dengan objek berukuran beberapa kilometer, bergerak memasuki Bumi dengan kecepatan lebih dari 11 km/det.
Objek-objek yang lebih besar lagi akan mengalami perlambatan setelah memasuki atmosfer Bumi, namun tetap saja akan menghantam Bumi dengan kecepatan tinggi. Atmosfer Bumi akan menyebabkan materi permukaannya meleleh dan kerak pun mulai terbentuk. Selain itu ada juga yang terpecah-pecah menjadi serpihan-serpihan kecil yang kemudian berubah menjadi hujan meteor. Objek-objek yang kecil ini pada akhirnya bisa tiba di Bumi dengan selamat tanpa mengalami perubahan apapun.
Pembagian meteorit
Dalam hal penemuan, meteorit terbagi atas dua kelompok yakni falls dan finds. Kelompok falls adalah kelompok meteorit yang terlihat jatuh dan ditemukan sesaat setelah kejatuhannya di permukaan Bumi. Sementara kelompok finds merupakan kelompok objek yang ditemukan dan dikenali sebagai meteorit, yang telah jatuh di Bumi puluhan, ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Meteorit besi jauh lebih banyak ditemukan dalam kelompok finds. Bagi para peneliti planet, meteorit yang paling berharga adalah golongan falls yang ditemukan segera setelah jatuh ke Bumi, karena kontaminasi yang alami akibat cuaca dan lingkungan masih sangat minim.
Bagaimana sebuah objek dikenali sebagai meteorit?
Sebuah objek yang jatuh di Bumi tidak akan terlindungi dari pengaruh cuaca. Akibatnya, permukaan objek tersebut akan mengalami pengikisan sehingga pada akhirnya sulit dibedakan dari batuan di sekitarnya. Tetapi di sisi lain, bongkahan besar besi tidak sering ditemukan di permukaan Bumi. Jika ada objek besi yang rapat dan padat dengan penampakan yang gelap ditemukan, bisa dipastikan objek tersebut merupakan bongkahan batu meteorit. Selain itu, perubahan akibat pengaruh cuaca pada objek besi tidak akan sama dengan batuan biasa serta ia akan tetap mempertahankan kondisi aslinya dalam selang waktu yang lebih lama. Faktor-faktor yang dipakai untuk mengidentifikasi sebuah meteor adalah objek tersebut sejauh mungkin bisa mempertahankan penampakan dan kondisi aslinya serta bisa bertahan dalam lingkungannya.
Ada dua tipe daerah di mana meteorit finds ini berada yakni, di gurun dan Antartika. Di gurun, proses perubahan akibat cuaca berlangsung dengan lambat sehingga meteorit akan dapat mempertahankan kondisi awalnya dalam waktu yang lama. Sementara itu di Antartika yang memiliki lapisan es yang tebal (sekitar beberapa km), objek silikat ataupun besi yang berada di dekat permukaan bisa dipastikan merupakan meteorit.
Meteorite sendiri dibagi atas 3 kelas yakni stony meteorite , stony-iron meteorites, dan iron meteorites.

Stony Meteorites (Meteorit Batuan)




































Dari seluruh meteorites, 93% diantaranya adalah stony meteorites. Ada dua tipe utama dari stony meteorite – chondrites dan achondrites – yang memiliki perbedaan satu sama lainnya baik secara fisik maupun kimiawinya. Chondrules terbentuk dari batuan silikat cair, dan salah satu tipe penting dalam chondrite adalah carbonaceous chondrite. Meteorit tipe ini mengandung senyawa carbon, air, dan materi volatil lainnya dan memiliki warna yang agak gelap.
Achondrites tidak memiliki chondrules dan secara tampak tidak terlihat adanya logam atau sulfida logam. Penampakannya juga mirip dengan batuan di permukaan bulan dan planet kebumian. Umur batuannya sekitar 4,5 miliar tahun, batuan yang lebih muda umurnya diperkirakan berasal dari materi yang dilontarkan dari permukaan Mars.

Stony-Iron Meteorites (Meteorit Batuan-Besi)


































Meteorit jenis ini mengandung batuan dan besi dalam proporsi perbandingan yang hampir sama. Skenario paling memungkinkan bagi terbentuknya meteorit jenis ini adalah mereka terbentuk pada daerah pertemuan objek padat yang dingin. Pada daerah ini terdapat juga pemisahan antara logam dengan kerapatan tinggi dan batuan yang memiliki kerapatan lebih rendah. Salah satu tipe meteorit ini, mesosiderites, mengandng mineral yang stabil pada tekanan dibawah 3kbar. Ini menunjukkan meteorit jenis ini secara tidak langsung berasal dari objek yang masif.

Iron Meteorites (Meteorit Besi)




































Sebagian besar meteorit jenis ini terdiri dari campuran besi dan nikel yang berada dalam keadaan cair.
Batu-batu yang jatuh ke Bumi ini berasal dari berbagai tempat di Tata Surya dan merekalah yang menjadi salah satu sumber informasi penting untuk memperoleh gambaran yang lebih baik tentang keadaan dan apa saja yang ada pada objek induknya. Informasi mengenai objek induk dari meteorit diperoleh dengan menganalisis isotop oksigen dalam mineral yang ada di meteorit tersebut. Sebagian mineral hanya bisa terbentuk pada tekanan yang tinggi sementara sebagian lagi justru tidak stabil pada tekanan tinggi. Melalui informasi mineral bisa diketahui tempat dan kira-kira pada kondisi tekanan yang bagaimana sebuah meteorit terbentuk. Salah satu cara terbentuknya mineral pada tekanan tinggi yaitu ketika meteorit mengalami kejutan akibat tabrakan. Biasanya kondisi sebuah meteorit yang dihasilkan akibat tabrakan mudah untuk dikenali karena meninggalkan tanda pada batuan akibat tabrakan tersebut.
Dengan mempelajari kemiripan ataupun perbedaan yang ditemukan dalam materi terrestrial ini, bisa diperoleh informasi penting untuk mempelajari asal usul Bumi dan Tata Surya dalam hal ini untuk mengetahui materi-materi awal pembentukan planet.

Meteor


Meteor adalah penampakan jalur jatuhnya meteoroid ke atmosfer bumi, lazim disebut sebagai bintang jatuh. Penampakan tersebut disebabkan oleh panas yang dihasilkan oleh tekanan ram (bukan oleh gesekan, sebagaimana anggapan umum sebelum ini) pada saat meteoroid memasuki atmosfer. Meteor yang sangat terang, lebih terang daripada penampakan Planet Venus, dapat disebut sebagai bolide.

Jika suatu meteoroid tidak habis terbakar dalam perjalanannya di atmosfer dan mencapai permukaan bumi, benda yang dihasilkan disebut meteorit. Meteor yang menabrak bumi atau objek lain dapat membentuk impact crater.

Meteor Lyrids
Cahaya meteor itu akan terlihat seperti garis. Kecepatannya ada yang seperti kilat, atau dalam beberapa detik.Warnanya pun bisa bermacam-macam, sesuai material pembentuk meteornya. Namun umumnya berwarna putih. Kemungkinan meteor itu berbentuk bola api (fireball) bahkan sampai meledak di udara, kata dia, sangat jarang terjadi.

Hujan meteor Lyrids bisa disaksikan selepas bulan tenggelam pada pukul 01.00 dinihari hingga menjelang subuh. Asal langit cerah, ‘bintang jatuh’ itu bisa disaksikan mulai 16-26 April. Di masa puncaknya, pada 21 atau 22 April, setiap jamnya bisa terlihat 10-20 komet.Fenomena ini rutin tiap taun gan…

Mereka umumnya sampai ke bumi dalam bentuk debu dan tidak beracun. Setiap tahun, bumi disiram 25 ton debu dari benda angkasa.

Fenomena Spektakuler Hujan Meteor

Sederetan meteor yang melintasi langit malam Stonehenge di Salisbury Plain. (Reuters)

Langit malam yang cerah pada 12 Agustus lalu, sempat dihiasi pemandangan fantastik hujan
Perseids meteor.

Fenomena ini terjadi pada setiap musim panas karena orbit Bumi melewati puing-puing ekor
Komet Swift-Tuttle yang berhamburan.

Masing-masing partikel yang terlihat, tidak lebih besar dari sebutir pasir. Menghantam atmosmfir dengan kecepatan 135.000 mph hingga terbakar habis, yang menimbulkan jejak cahaya menakhjubkan di atas langit.

Hujan meteor yang nampak di langit malam sebuah pantai di Cancun, Meksiko. (Reuters)

Tahun ini, hujan Perseid meteor mencapai puncak sekitar pukul 11:00, dimana para peneliti dapat menyaksikan meteor itu melesat di atas langit satu-persatu hampir setiap setengah detik.

Orang-orang saling berbagi pengalaman tentang meteor dengan menggunakan Twitter Meteorwatch, yang didukung oleh Royal Astronomical Society dan British Astronomical Association (BAA)

Sebuah “peta meteor” online yang paling banyak menunjukkan bintang jatuh dapat dilihat
di seluruh dunia lewat situs microblogging.
“Meteorwatch, sangat tepat bagi para astronom dan non-astronom untuk saling berbagi pengalaman
tentang keajaiban tata surya kita,” ujar Adrian West, organisator Twitter Meteorwatch yang juga
seorang astronom amatir.

Hujan meteor yang nampak di langit malam sebuah pantai di di atas pegunungan Matka, Macedonia, di bekas rep. Yugoslavia. (EPA)

“Kami berharap ribuan orang akan dapat menyaksikannya pada minggu ini.”

Tahun lalu para astronom amatir kecewa karena mendung dan awan telah merusak pemandangan yang
diharapkan. (sumber :Erabaru.net/DM/sua)

Hujan meteor yang nampak di langit Grazalema, selatan Spanyol. (AFP/Getty Images)

Nebula


Nebula (Latin: "kabut"; pl. nebulae atau nebulæ, dengan ligatur) adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Awalnya nebula adalah nama umum yang diberikan untuk semua obyek astronomi yang membentang, termasuk galaksi di luar Bima Sakti (beberapa contoh dari penggunaan lama masih bertahan; sebagai contoh, Galaksi Andromeda kadang-kadang merujuk pada Nebula Andromeda).

Daerah H II adalah tempat kelahiran bintang-bintang. Mereka terbentuk ketika awan molekul yang sangat luas runtuh di bawah gaya gravitasinya sendiri, seringkali disebabkan oleh pengaruh ledakan supernova yang ada di dekatnya. Awan runtuh dan terfragmentasi, membentuk hingga ratusan bintang baru. Bintang yang baru saja terbentuk mengionisasi gas yang ada di sekitarnya menciptakan nebula emisi.

Nebula yang lain terbentuk oleh kematian bintang. Sebuah bintang yang sedang mengalami transisi ke tahap katai putih menghembuskan bagian terluarnya untuk membentuk planetary nebula. Nova dan supernova dapat juga menciptakan nebula yang dikenal sebagai nova remnant dan supernova remnant.